Tradisi Sekujang, Identik Kostum Antu-Antuan

144
Antu-antuan sekujang poto bersama

Seluma, Keyasa.com – Malam 1 Syawal lebaran 1443 hijriah tradisi sekujang selalu di lakukan di desa talang benuang kecamatan air periukan, kabupaten seluma provinsi bengkulu.

Masyarakat sangat senang menyambut tradisi sekujang setelah dua tahun tidak di lakukan di karenakan pandemi covid. Sekujang di talang benuang sangat unik dengan memakai pakaian hantu/antu, dan berkeliling desa dengan meminta kue/juada lebaran dari rumah ke rumah warga setempat malam senin (2/5/22) pukul 19.30 Wib.

Mengenal lebih dekat sekujang, datuk Suharman (62) salah satu tetua warga desa talang benuang mengatakan lebaran/rerayo pertama itu selalu melakukan tradisi ini sembari doa bersama agar tanaman masyarakat tidak terjangkit hama sehingga hasil panen masyarakat melimpah.

” Tradisi sekujang bentuk ritual dan doa bersama supaya tanaman dan hasil panen masyarakat dusun ni melimpah,”jelas datuk suharman.

Lanjut ia bercerita lagi mengenai sekujang, selain itu sekujang juga menceritakan tentang budak bujang yang merantau tapi tidak pernah membawa hasil sepulang dari perantauan.

” itulah budak bujang di sebut pak pandir,oleh karena setiap baliak dusun tanaman di habiskanyo,” tuturnya.

Masyarakat desa yang memberikan kue/juada ke panitia sekujang di lakukan secara sukarela dan setelah selesai kegiatan akan di lakukan doa bersama di masjid setempat, tradisi sekujang ini telah dari dahulu di lakukan.

” Sebelum tahun 45 sekujang lah di lakukan, bukan zaman kini bae,” kata tuk suhar.

Pantia sekujang dari yang memakai kostun antu-antuan dari dulu sudah menerapkan pakaian seperti itu.

“Segaloyo lanang, nido ado tino, cuman antu-antuan nyo bae yang adoo tino ado lanang,” ucap datuk suhraman dengan bahasa Serawai.

Lain hal fauzi salah satu masyarakat desa talang benuang juga mengatakan, sekujang bukan satu desa saja tapi ado beberapa desa juga lalukan tradisi tersebut.

“desa lubuk lakukan sekujang juga, cuman perbedaannya ada yang memakai kostum ada yang tidak, tujuan nya sama dengan menghibur masyarakat dengan meminta kue/juada lebaran dan di iringi rejungan,”kata fauzi

Banyak ritual di lakukan sebelum sekujang mulai dari mintak doa nasi kunyit sampai doa di masjid setelah kegiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here