Webinar Literasi Digital Beri Pencerahan tentang Adaptasi Peserta Didik Dan Guru Dalam Pembelajaran Digital

166

 

 

Seluma, Keyasa.com – Sejak pandemi Covid-19 terjadi, masyarakat mengalami akselerasi transformasi digital dan mengubah cara beraktivitas termasuk dalam cara belajar mengajar. Hal ini dibuktikan dengan sistem pembelajaran yang banyak melalui sistem dalam jaringan (daring).

Tak hanya itu, Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Selaras dengan itu, Rangkaian Webinar Literasi Digital terus dilakukan termasuk di Kabupaten Seluma yang terus bergulir. Termasuk dukungan melalui Webinar bertajuk Adaptasi Peserta Didik Dan Guru Dalam Pembelajaran Digital yang dilakukan Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI yang berkolaborasi dengan Ketua Yayasan Belaqham Seluma Maju.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, webinar tersebut bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. Selain itu juga untuk mendukung tarnformasi dunia pendidikan di era digital.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. Hasil survei literasi digital yang dilakukan bersama siberkreasi dan kata data pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4.
β€œHal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital,” ujarnya lewat diskusi virtual. Senin, 28/06/21.

Herwan Saleh, S.IP., M.AP menambahkan, dalam Adaptasi Peserta Didik Dan Guru Dalam Pembelajaran Digital ini terdapat beberapa aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring, yaitu Google classroom, zoom meeting dan google scholar sebagai media untuk pengayaan materi dari hasil penelitian terpublikasi. Selain itu, maraknya kasus berita hoax di kalangan mahasiswa dan pelajar maka diperlukan satu alat untuk mengkonfirmasi apakah berita tersebut termasuk hoax atau tidak melalui website turnbackhoax.id yang diinisi oleh Mafindo (masyarakat anti fitnah Indonesia).

β€œ di era digital saat ini juga masih banyak terdapat berita hoax atau disinformasi yang diterima oleh mahasiswa, oleh karena itu memasuki literasi digital ini kita berhaap kondisi ini bisa diminimalisir,” jelasnya.

Menurut Herwan saleh saat ini juga terdapat tantangan di era digital seperti jaringan internet dan sering padamnya listrik di sejumlah daerah tertentu. persoalan sinyal dan listrik adalah tantangan terbesar dalam dunia pendidikan. Harus diadakan tindakan yang massif dalam mengatasi krisis energi dan keterjangkauan jaringan internet di Daerah.

Koordinator Perwakilan Penyelenggara Kegiatan Era Digital di Kabupaten Seluma, Hengki Satrio mengatakan bahwa kegiatan ini terdapat perubahan dalam gaya perilaku dalam pendidikan yang berdampak positif dan negatif. Adapun dampak positif era digital ini adalah kemudahan dalam mengakses informasi dan kemudahan dalam melaksanakan dan menerima pelayanan.

Sementara dampak negatif dari perkembangan dunia digital adalah melemahnya budaya membaca karena informasi berubah menjadi video visual, selain itu melemahnya ideologi negara juga menjadi tantangan dalam dunia pendidikan saat ini.

Lanjut Hengki, Webinar ini merupakan dua dari rangkaian 13 kali webinar yang diselenggarakan di kabupaten Seluma. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.
Pada webinar yang menyasar target segmentasi mahasiswa dan sukses dihadiri 260 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya diantaranya Herwan Saleh, S.IP., M.AP (Ketua Yayasan Belaqham Seluma Maju).

Kemudian Resista Vikaliana, S.Si., M.M. Dosen, Penulis Buku, Penggiat Taman Baca (KBM) serta Aris S, Ariyanti, S.Si. PYP Coordinator Al Firdaus Islamic School dan Sigit Budiyanto,S.IP., M.AP. Analis Pengembangan Kompetensi Dinas Pendidikan Kab.Seluma. Dan Designer, @Dieva_ipeh beserta Moderator dalam kegiatan ini dipandu oleh Hikmatun Hassanah. (pauzi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here